Layang Menggunakan Kawat

Untuk yang suka main layangan menggunakan KAWAT itu sangat berbahaya, biasanya anak anak yang menggunakannya supaya yang kalah bisa terjaring oleh Layangan yang menggunakan KAWAT tersebut dan di putar2 akhirnya terbawa atau nyangkut dilayangan yang menggunakan KAWAT.

Tapi bilamana layangan yang menggunakan KAWAT tersebut kalah/putus karena tergesek oleh layangan besar yang menggunakan GELASAN (istilahnya Sunda) akhirnya yang KAWAT itu putus dan menyangkut pada Jaring yang terbuka ( 20.000 Volt ) yang terpasang pada Tiang Beton 3 (tiga) urat tersebut akhir korslet dan PADAM.

Harapan dari PLN JANGAN BERMAIN LAYANGAN DEKAT JARINGAN YANG BERTEGANGAN TINGGI ( 20.000 VOLT ).

Gambar Layangan yang menggunakan Kawat

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gara-gara Layangan PLN Area Garut Rugi Rp 11 Miliar

Dalam waktu enam bulan, PLN Area Garut mengalami kerugian sebesar Rp 11 miliar akibat kawat layangan. Layangan yang kian marak menjelang kemarau ini kawatnya melilit jaringan listrik, terutama kabel, dan akhirnya merusak kemudian memutuskan jaringan listrik.

Humas PLN Area Garut Wahyudin mengatakan maraknya warga yang bermain layangan di Garut menyebabkan seringnya pemadaman aliran listrik di Garut, sampai tujuh kali sehari. Penggunaan kawat sebagai tali layangan menyebabkan kabel listrik terputus saat tali tersebut terikat di kabel listrik.

Tidak hanya di lapangan terbuka, warga memainkan layangannya di pinggir jalan, berdekatan dengan jaringan listrik. Akibatnya, kabel listrik yang terlilit kawat layangan pun mengalami kerusakan.

Walaupun tidak ditarik secara langsung, kawat tersebut dapat merusak kabel listrik saat angin bertiup. Tidak hanya dapat merusak kabel, kawat layangan pun dapat merusak gardu listrik dan jaringan lainnya.

“Hari ini saja (Rabu kemarin, Red), ada 7 kali pemadaman. Di antaranya di Penyulang Simpang Cikajang. Butuh waktu 3 jam untuk memperbaiki jaringannya sampai listrik tersambung kembali,” kata Wahyudin, Rabu (13/8/2014).

Dari 47 kerusakan jaringan listrik pada Juni 2014, 32 di antaranya disebabkan layangan. Karenanya, kerusakan akibat layangan ini selalu mendominasi kerusakan jaringan listrik. Padahal, masyarakat hanya bisa komplain ihwal pemadaman ini tanpa mengetahui penyebabnya.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak menggunakan kawat saat bermain layangan. Kami minta orang-orang tua membimbing anaknya untuk tidak bermain layangan di dekat jaringan listrik, karena akan membahayakan nyawanya juga,” kata Wahyudin. (sam)

http://www.tribunnews.com/regional/2014/08/14/gara-gara-layangan-pln-area-garut-rugi-rp-11-miliar

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment